TEMPO.CO, Jakarta: Ketua Divisi Bidang Hukum dan Politik Indonesia Corruption Watch Donald Fariz meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penyelidikan soal dugaan aliran dana ke Teman Ahok dari pengembang proyek reklamasi di Teluk Jakarta.Menurutnya, jika benar Teman Ahok menerima aliran dana sebesar 30 Miliar maka dana tersebut terbilang jumlah yang tidak wajar dan akan mempengaruhi independensi kandidat yang diusung. Kebenaran soal aliran dana tersebut sampai saat ini masih belum jelas oleh karena itu tugas KPK yang melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut dan jika benar KPK juga harus memutuskan apakah itu tindak pidana atau tidak. Donald berharap agar Teman Ahok tidak alergi terhadap penyelidikan yang dilakukan oleh KPK.Selain itu, Donald menilai bahwa partai politik ingin cuci tangan seolah-olah mereka clear dan teman ahok salah. Menurutnya Partai tidak boleh cuci tangan karena praktek yang sama juga sering dilakukan oleh parpol. Jurnalis Video: Ridian Eka SaputraEditor/Narator: Ridian Eka Saputra