Rabu, 21 Februari 2018

Agar Tak Sendiri Hadapi Kanker, Ini yang Dilakukan YKAK

oleh:

TEMPO.CO

Senin, 8 Agustus 2016 18:45 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta: Yayasan Kasih Anak Kanker (YKAK) Yogyakarta, yang mempunyai visi untuk membantu orang tua pasien anak penderita kanker ini berdiri pada 2013. Sebelumnya yayasan ini merupakan paguyuban orang tua mantan penderita kanker yang terbentuk sejak tujuh tahun silam. Yayasan yang bertempat di Plemburan, Sleman, Yogyakarta, tepatnya di Jalan Bangau, No 8 RT 2 RW 4 ini membantu orang tua pasien yang masih dalam perawatan. Bentuk bantuan berupa penyediaan rumah singgah bagi orang tua dan pasien selama menjalani pengobatan di Yogyakarta.Selain itu yayasan ini juga memastikan bahwa selama pengobatan, pendidikan anak tidak boleh telantar. Dengan program sekolahku, yayasan kasih anak kanker Yogyakarta turut membimbing anak-anak penderita kanker untuk tetap semangat bersekolah.Hingga saat ini jumlah anak yang telah dibantu oleh yayasan sebanyak 132 anak. Mulai dari balita hingga anak usia sekolah. Andi Winahyu, staf tata administrasi yayasan, mengatakan rata-rata pasien anak yang ada di YKAK Yogyakarta berusia empat hingga lima tahun, namun selama pasien belum berumur delapan belas tahun, yayasan masih akan terus membantu.YKAK Yogyakarta juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit kanker dan mengedukasi mereka bahwa penyakit kanker memiliki kemungkinan sembuh yang besar hingga delapan puluh persen jika terdeteksi sejak dini dan diobati secara teratur.Sementara itu, salah satu orang tua pasien anak penderita kanker, Rofiqoh, mengatakan sudah dua tahun bergabung dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Yogyakarta. Ibu asal Wonosobo ini merasa sangat terbantu dengan bergabung dalam yayasan tersebut.Putrinya Nadia Sabita mengidap kanker sejak tiga tahun silam dan dirujuk ke Yogyakarta untuk menjalani perawatan. Selama di Yogyakarta mereka tinggal di rumah singgah yayasan. Rofiqoh juga menambahkan, dengan adanya tempat YKAK tersebut, dirinya dapat berbagi pengalaman dengan orang tua pasien lainnya. Ia memiliki harapan besar anaknya akan sembuh setelah melihat salah satu pasien anak yang dapat sembuh total.Jurnalis Video: Hand Wahyu (Yogyakarta)Editor: Ngarto Februana