TEMPO.CO, Surabaya - Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jawa Timur, mendatangi Balai Kota Surabaya, Selasa, 9 Agustus 2016. Mereka yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pengusaha, meminta Wali Kota Tri Rismaharini agar tetap memimpin Surabaya dan tidak berangkat menjadi calon gubernur DKI Jakarta.Sambil memegang poster bernada protes, mereka menggelar aksi sejak di depan gedung DPRD Kota Surabaya. Aksi itu juga diikuti oleh kelompok Pemuda Surabaya (Pusura). Selanjutnya, mereka berjalan kaki hingga kantor Wali Kota.Ibu-ibu tersebut meneriakkan yel-yel dan menyanyikan lagu berulang-ulang. Mereka berupaya agar dapat bertemu langsung dengan Risma.Dalam aksinya di depan kantor wali kota, mereka meminta Risma agar tetap melanjutkan masa jabatannya hingga 2020 mendatang. Sekretaris Yayasan Pusura, Zakaria Ansori berharap Risma tidak menjadi petugas partai dan menghiraukan aspirasi warga yang sudah memberikan amanah baginya.Sementara itu, Koordinator Wilayah Relawan Lingkungan Surabaya Yani Hanifah mengatakan, perempuan Surabaya membutuhkan sosok pemimpin seperti Risma. Ia dan kawan-kawannya tak rela jika wali kotanya diusung ke pilgub DKI Jakarta.Rombongan akhirnya ditemui oleh Sekretaris Kota Surabaya, Hendro Gunawan. Ia berjanji akan menyampaikan semua aspirasi yang telah disampaikan ke Wali Kota Tri Rismaharini.Jurnalis Video: ARTIKA RACHMI FARMITAEditor: Ngarto Februana