TEMPO.CO, Jakarta: Banyak orang hanya mengenal almarhum Munir Said Thalib sebagai aktivis, pejuang HAM dan antikorupsi. Padahal, sosok bersahaja ini sama seperti orang kebanyakan. Delapan tahun berlalu dari kematian pegiat hak asasi manusia ini, tapi pelaku utamanya justru bebas. Aksi peringatan kematian Munir digelar di depan Istana Merdeka, Jumat, 7 September 2012 lalu.Para Sahabat Munir yang terus menyuarakan keadilan hadir di Istana dan Kejaksaan Agung. Atribut payung berwarna hitam, stiker bertuliskan Munir dan poster-poster dari suara rakyat merupakan wujud pencarian keadilan bagi mereka yang tewas secara misteri.Maka di depan Istana, tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bekerja, para Sahabat Munir, ingin menagih janji penuntasan kematian pria yang diracun arsenik ini. Presiden SBY sempat berujar bahwa kasus Munir adalah test of our history. Tapi sewindu berjalan, sejarah itu belum jua tuntas.Dalam aksinya, mereka mendesak Kejaksaan Agung segera mengajukan Peninjauan Kembali atas bebasnya bekas Deputi V Bidang Penggalangan Badan Intelijen Negara (BIN), Muchdi Purwoprandjono.Bukan lagi sekedar aksi semata, namun menuntut hak dan keadilan atas hal-hal yang seolah sengaja tertutupi jadi harapan mereka untuk mengakhiri penantian ini.Video Journalist : BAYU TRI WALUYO | DWI OKTAVIANE