TEMPO.CO, Jakarta: Pesisir utara Jakarta, tepatnya di wilayah pantai Cilincing, terdapat sebuah peninggalan bersejarah berupa sebuah bangunan yang masih berdiri kokoh. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, bangunan tersebut berdiri atas prakarsa Fatahilah ketika menyerang Bangsa Portugis di Sunda Kelapa di tahun 1527 silam.Bangunan yang dimaksud adalah masjid Al-Alam Cilincing, sebuah masjid dengan ukuran 10 x 10 meter persegi ini menggunakan konstruksi kayu sedangkan dinding dan plafon terbuat dari bambu.Meski pada tahun 1972 mengalami pemugaran oleh Dinas Museum dan Sejarah Jakarta, melalui proses peninggian dinding bata setinggi 1 meter, akan tetapi bentuk bangunan tetap dipertahankan seperti sedia kala.Seperti masjid tua lainnya, setiap bagian dalam masjid selalu memiliki arti dan simbol tersendiri. Demikian pula yang terdapat di masjid Al-Alam Cilincing.Masjid yang memiliki nuansa bangunan perpaduan jawa dan Moor ini berbatasan langsung dengan pantai Cilincing. Sehingga tidak bisa lepas dari ancaman banjir akibat pasangnya air laut. Oleh karena itu dilakukan perluasan dan pemagaran di sekililing masjid.Video Journalist : DENNY SUGIHARTO | DWI OKTAVIANE