Inovasi Siswa SMK, Ubah Air laut Jadi Tawar Atasi Krisis Air

Videografer

Editor

Selasa, 20 September 2016 16:23 WIB


TEMPO.CO, Yogyakarta: Krisis air akibat musim kemarau masih menjadi kendala bagi sebagian warga di wilayah pesisir Gunung Kidul, Yogyakarta. Dimusim kemarau banyak warga terpaksa membeli air tangki dengan harga mencapai 100 sampai 150 ribu rupiah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melihat keadaan tersebut, tiga orang siswa dari SMK Negeri 1 Saptosari yakni Dian Ramadan, Sidiqtias Budi dan Afifah Khoirunisa berinovasi membuat alat pengubah air laut menjadi air tawar. Alat yang dinamakan wapstor atau water pyramid solar desalinator ini dikembangkan sejak setahun terakhir. Awalnya banyak kendala yang dihadapi, namun dengan berbagai pengembangan alat ini kini mampu mengubah air laut yang asin menjadi air tawar, meski masih dalam skala kecil atau prototype . Cara kerja alat ini sangat sederhana. Air laut yang ditempatkan disebuah wadah diletakkan di atas elemen pemanas, dengan ditutup kaca berbentuk pyramid. Proses pemanasan ini tanpa menggunakan bbm maupun energi listrik, namun cukup menggunakan energi matahari melalui sel surya yang disimpan ke aki . Air laut nantinya akan mengalami proses pemanasan dan pengembunan kemudian embun itulah yang dimanfaatkan karena sudah menjadi tawar. Kedepan, alat ini akan dikembangkan kembali dengan skala yang lebih besar agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya warga nelayan di pesisir pantai yang mengalami krisis air. Video Jurnalis : Hand WahyuEditor/Narator : Ryan MaulanaMusik ilustrasi: Happines, Bensound