TEMPO.CO, Makassar : Puluhan sopir taksi di Makassar menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan layanan taksi berbasis online, 12 Oktober 2016. Dalam aksinya mereka melakukan razia terhadap taksi lain yang beroperasi dan memaksa menurunkan penumpang. Aksi yang dilakukan di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ini sempat terjadi saling dorong dengan anggota kepolisian. Para sopir taksi memprotes keberadaan taksi berbasis online yang dinilai merugikan sopir taksi konvensional. Selain tidak memiliki badan hukum, taksi online memberlakukan tarif di bawah standar yang diatur pemerintah. Jika tidak ditindaklanjuti, para sopir taksi ini pun akan menggelar aksi serupa dengan massa yang lebih besar. Tercatat sebanyak 500 taksi online telah beredar di Makassar di antaranya Grab, GoCar dan Uber. Jurnalis Video: Fahmi Ali