TEMPO.CO, Jakarta: Salah satu daerah yang kental dengan peninggalan sejarah pada masa kolonial Belanda selain Kota Tua adalah kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Peninggalan yang masih bisa kita jumpai saat ini adalah sebuah masjid tua yang letaknya tidak jauh dari stasiun Gondangdia, masyarakat menyebut masjid Cut Meutia.Bangunan yang masih berdiri kokoh ini dulunya adalah sebuah kantor bernama NV Bouwploeg dan dibangun tahun 1912 oleh PAJ Moojen. Kantor tersebut hanya bertahan 13 tahun, selanjutnya bangunan ini berubah fungsi mulai dari proviciale waterstaat hingga menjadi kantor urusan agama tahun 1968. Dan pada tahun 1971 bangunan ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya serta difungsikan menjadi masjid hingga sekarang.Masjid Cut Meutia atau masyarakat sekitar menyebutnya masjid Boplo merupakan bangunan yang kental dengan arsitektur Eropa dengan gaya Art Nouveau yang terkesan kokoh dan kuat. Saat masuk ke dalam masjid sudah terlihat kemegahan bangunan ini. Terdapat pilar-pilar yang sama di setiap sisi, langit-langit yang menjulang tinggi, serta memiliki 50 jendela dan 16 buah pintu yang tersebar diseluruh bangunan.Yang menjadi ciri bangunan ini adalah ruangan yang luas tepat dibawah kubah dan kini digunakan untuk sholat. Bagian lain di masjid ini tepatnya di lantai dua juga difungsikan sebagai tempat sholat jika jamaah di lantai satu sudah penuh.Masjid Cut Meutia merupakan bangunan kolonial yang menyimpan nilai sejarah dan gaya arsitektur yang indah.Video Journalist : DENNY SUGIHARTO (PDAT) | DWI OKTAVIANE