TEMPO.CO, Semarang: Ratusan warga Pegunungan Kendeng di Rembang, Jawa Tengah melakukan aksi jalan kaki Longmarch dari Rembang menuju Semarang. Warga meminta Gubernur Jawa Tengah melaksanakan putusan MA untuk menutup ijin pabrik Semen Indonesia di Rembang. Aksi ini dilakukan meski putusan MA dimenangkan warga tolak semen, namun proses pembangunan pabrik semen masih terus berjalan.Setelah empat hari berjalan dari Rembang, rombongan warga yang menolak pembangunan pabrik semen tiba di kota Semarang pada 9 Desember 2016. Warga yang sebagian besar perempuan tersebut berjalan menuju kantor Gubernur Jawa Tengah sambil shalawatan dan menyanyikan lagu Ibu Bumi khas Kendeng. Di kantor Gubernur mereka menggelar orasi dan pembacaan puisi. Joko Prianto selaku koordinator aksi di hadapan warga dan mahasiswa mengatakan, warga datang kesini dalam rangka mengawal putusan sambil berjalan kaki dari Rembang selama 4 hari meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk segera mencabut ijin lingkungan pabrik semen Indonesia.Aksi longmarch mengawal putusan MA untuk mencabut ijin pabrik semen diwarnai isak tangis warga. Sejumlah perempuan meneteskan air mata saat massa aksi menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Warga sangat berharap Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi putusan MA dan menutup pabrik semen di Rembang.Jurnalis Video : Budi PurwantoEditor/Narator: Ryan MaulanaVideo Terkait: