TEMPO.CO, Bandung : Disinilah, konsentrasi Iskandar berpusat. Mantan atlit Panahan di era tahun 90-an ini tak lagi melakoni perannya sebagai pembidik mata busur panah di lapangan. Kini sang juara mulai menekuni usaha pembuatan busur panah sejak tahun 1996. Akrab bergelut dengan olahraga panahan, membuatnya melihat peluang untuk tetap berada dalam dunia yang pernah membesarkan namanya di kancah nasional. Usaha ini berawal dari aktivitasnya selama menjadi atlet panahan, ia pun belajar untuk membuat dan memperbaiki busur miliknya juga para atlet panahan lainnya.Bisnis yang digelutinya ini memang dari hal yang disukainya, bahkan termasuk dalam usaha yang spesifik dan profesional dalam merakit busur berkualitas. Dia membuat busur untuk cabang panahan ronde nasional maupun tradisional. Pesanan tersebut akan meningkat terutama saat menjelang berlangsungnya pertandingan, seperti PON atau kejuaraan daerah. Namun, Iskandar merasakan bahwa usahanya yang menyatu dengan kandang ayam miliknya ini kalah bersaing dengan banyaknya barang impor yang digunakan para atlet panahan saat ini.Videografher : Aditya Herlambang PutraEditor/Narator : Dwi Oktaviane