TEMPO.CO, Serang: Dua pekan jelang perayaan tahun imlek 2568 pemilik usaha kue keranjang di Kebon Sayur, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang Banten ini sudah kebanjiran pesanan.Menurut Lusiana pemiliknya, sudah 3.000 ribu kue keranjang tercatat dalam buku daftar pesanan, mereka umumnya adalah warga tionghoa yang akan merayakan imlek. Pesanan tidak hanya datang dari dalam kota, Namun juga datang dari luar daerah seperti Jakarta dan Bogor. Untuk memenuhi pesanan, pemilik usaha kue keranjang mempekerjakan sekitar 10 orang. Dalam sehari pemilik usaha kue keranjang ini mampu membuat 400 kilo kue keranjang berbagai ukuran.Kue keranjang merupakan kue berbahan dasar gula dan tepung ketan yang menjadi salah satu makanan khas saat perayaan tahun baru cina. Bagi masyarakat tionghoa kue keranjang yang bertekstur lengket diyakini dapat mempererat tali persaudaraan.Pesanan kue keranjang akan terus bertambah ketika mendekati hari perayaan tahun baru imlek. Agar tidak kehabisan kue keranjang, sejumlah warga tionghoa pun memilih jauh-jauh hari memesan untuk mendapatkan kue khas di saat perayaan imlek.Usaha pembuatan kue keranjang Ong Tiang Bie yang berada di lingkungan Kebon Sayur, Kota Serang Banten ini merupakan usaha turun temurun, saat ini usaha yang hanya dilakukan setahun sekali ini dikelola oleh generasi ketiga.Untuk menjaga cita rasa kue keranjang dari nenek moyang mereka, proses pemasakan adonan dilakukan lebih dari dua belas jam menggunakan tungku besar. Kue keranjang khas imlek ini dijual dengan harga Rp 45.000 - Rp 50.000 per kilogram dan mampu bertahan selama satu tahun jika disimpan dalam lemari pendingin.Jurnalis Video : Darma WijayaEditor/Narator : Dwi Oktaviane