TEMPO.CO, Yogyakarta: Retakan di atas tebing Clapar yang longsor dan mengenai rumah warga semakin melebar. Warga diminta untuk tidak beraktivitas di bawah tebing karena potensi longsor susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.Tim disaster Center Universitas Gadjah Mada, UGM, Yogyakarta merekomendasikan untuk melakukan evakuasi sementara hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.Tim kebencanaan departemen teknik geologi fakultas teknik Universitas Gadjah Mada yang melakukan mapping bencana tanah longsor di dusun Soropati, Hargotirto, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta menyebutkan potensi longsor susulan masih bisa terjadi sewaktu-waktu dengan gelontoran material yang lebih banyak.Rumah para korban longsor yang rusak parah sebagian penahan longsor dapat terlompati saat bongkahan besar menggelinding ke pemukiman warga.Dari hasil mapping tim kebencanaan melalui foto, peta digital, penentuan titik-titik rekahan via gps, hingga pengambilan sampel material longsor,maka tebing setinggi 80 meter dengan lebar longsoran hingga 150 meter berpotensi menyebabkan retakan lebih lebar. Di awal longsor rekahan hanya 50 sentimeter, dalam tiga hari sudah terbuka 30 sentimeter menjadi 80 sentimeter.Wahyu Wilopo, koordinator tim disaster center UGM, mengatakan, dari hasil maping yang dilakukan masih sangat terlihat potensi longsor masih besar, sepanjang tebing muncul air, bila air tidak disalurkan dengan bagus bisa memicu longsor kembali.Material yang ada di bawah, beberapa waktu silam juga pernah terjadi longsor, untuk sementara ancaman masih berlangsung. Sementara itu, warga yang berada di atas lereng longsor, hingga saat ini masih enggan untuk pindah ataupun mengungsi seperti yang lain. Menurut mereka keadaan saat ini masih dirasa aman.Meski dihantui rasa takut, warga yang tinggal di atas lereng tersebut masih akan tetap bertahan di rumah mereka.Jurnalis Video: Hand WahyuEditor: Andy PrayogoPengisi Suara: Maria Fransisca