TEMPO.CO, Tangerang: Jelang perayaan Imlek warga keturunan Tionghoa di klenteng Boen San Bio, jalan Pasar Baru, Karawaci, Kota Tangerang, Banten melakukan ritual ayak abu. Ritual ini dikenal sebagai laporan amal baik dan buruk umat Tionghoa yang dibawa oleh dewa dapur kepada sang pencipta.Ritual perayaan tahun baru imlek sedianya terbagi menjadi empat, salah satunya adalah ritual ayak abu yang dilakukan satu tahun sekali oleh orang keturunan Tionghoa, tepatnya satu minggu sebelum perayaan imlek atau tanggal 24 bulan 12 pada penaggalan kelander cina.Ayak abu itu sendiri bertujuan membersihkan sisa kotoran dupa yang terdapat dalam abu, setelah bersih abu tersebut dimasukan kembali ke dalam guci yang dipercaya akan dibawa naik ke surga oleh Toa Pek Kong untuk melaporkan amal baik dan buruk umat kepada sang pencipta.Toa Pek Kong sendiri dikenal sebagai dewa dapur yang sangat dipuja lantaran dipercaya dapat membawa berkah dalam rumah tangga, ritual ini dianggap sakral bagi, masyarakat Tionghoa karena hanya boleh dilakukan oleh orang-orang pilihan.Pada malam harinya umat Tionghoa bakal melakukan ritual sembahyang untuk medorong Toa Pek Kong ke atas langit, agar seluruh amal baik umat tionghoa dapat diterima oleh sang pencipta.Jurnalis Video : Marifka Wahyu Editor/Narator : Dwi Oktaviane