TEMPO.CO, Semarang: Jelang tahun baru Imlek, masyarakat Tionghoa di Pecinan Semarang, Jawa Tengah sibuk membersihkan klenteng. Kawasan yang dikenal sebagai kota seribu klenteng ini mulai berbenah. Klenteng Tay Kak Sie sebagai salah satu klenteng terbesar di Pecinan ramai oleh warga yang sedang membersihkan ruangan maupun rupang dewa dewi.Di depan altar persembahyangan, sejumlah warga Tionghoa ini terlihat membersihkan rupang atau patung. Kegiatan yang digelar setahun sekali menjadi tradisi menjelang tahun baru Imlek. Dengan berbagai peralatan pembersih, rupang diturunkan dari tempatnya untuk dibersihkan. Klenteng Tay Kak Sie yang berada di Gang Lombok merupakan pusat perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di kawasan Pecinan. Di klenteng tersebut bersemayam 10 dewa dewi dari tiga agama yaitu Konghuchu, Budha dan Tao. Namun sebagai tuan rumah tentunya Dewa Sam Po Tai Djin atau lebih dikenal Sampokong. Banyaknya dewa yang ada di Tay Kak Sie membuat klenteng tersebut tidak pernah sepi dari kegiatan sembahyangan umat. Haryanto salah satu pengurus Klenteng mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setahun menjelang Imlek. Jurnalis Video : Budi Purwanto Editor/Narator : Dwi Oktaviane