Minggu, 18 November 2018

TEMPO.CO, Bantul: Dalam kesempatan berkunjung ke Monumen Perjuangan TNI AU,di Ngoto, Bantul, Yogyakarta,Kamis 26 Januari 2017, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, seusai doa dan tabur bunga, dirinya menuliskan pernyataan di sebuah buku kesan dan pesan. Selain itu,Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga berkeliling untuk melihat relief perjuangan serta foto-foto sejarah, di komplek Monumen tersebut.Pihaknya berupaya membangun kekuatan bersama dengan Kementerian Pertahanan lewat pembenahan sistem di TNI AU, mulai dari pendidikan sampai kepada pembenahan alutsista. Disela sela acara tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu pengganti Pesawat F5 yang rencananya diganti dengan pesawat generasi 4,5. Selain itu, TNI AU juga berencana menambah jumlah radar sebanyak 12 buah, Jumlah yang sudah ada saat ini yakni 20 buah. Jumlah tambahan radar ini merupakan jumlah minimal dan bukan ideal. Hadi Tjahjanto berharap melalui penambahan radar, pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia akan bisa terdeteksi.Terkait hal tersebut,untuk merealisasikan alutsista itu sendiri, perlu membangun sistem pengadaan barang dan alutsista secara transparan. Selain itu sistem manajemen pelatihan penerbang juga perlu dibenahi untuk mengurangi kecelakaan.Jurnalis Video: Hand WahyuEditor/Narator: Ryan Maulana