TEMPO.CO, Jakarta:Masa kampanye pilkada mempertontonkan suasana berdemokrasi yang keruh. Kandidat terjebak pada isu primordial ketimbang menawarkan substansi. Para pendukung calon, terutama di Pilkada DKI Jakarta, bahkan memainkan sentimen keagamaan dan ras. Para calon pemimpin yang tengah bertarung, ironisnya, tak berupaya meredam pendukung garis keras mereka. Para kandidat selayaknya memikat pemilih dengan menawarkan terobosan program. Lima tahun ke depan menjadi mimpi buruk jika warga memilih calon berkualitas rendah.Produser: Sadika HamidEditor: Andy