Senin, 22 Oktober 2018

TEMPO.CO, Jakarta: Setelah selesai menjalani masa cuti kampanye, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meninjau langsung tiga proyek penunjang Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia. Ketiga proyek tersebut adalah depo Light Rail Transit (LRT), velodrome, dan equistrian (pacuan kuda). Venue velodrome ini akan menjadi satu-satunya yang berstandar internasional di Asia Tenggara.Untuk pembangunan venue balap sepeda velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, Jakpro mengerjakan desain sekaligus pembangunan. Menurut Project Manajer Venue Velodrome, Iwan Takwin, pengerjaan proyek venue Velodrome berstandar internasional ini sudah mencapai 40 persen.Venue yang dimulai sejak Juni 2016 itu, nantinya akan digunakan untuk arena balap sepeda Asian Games pada Agustus 2018. Iwan menargetkan area bakal sepeda itu bisa digunakan Juni 2018.Adapun pembuatan area balap sepeda secara khusus dikerjakan oleh ES Global. Perusahaan tersebut dikenal sebagai pembuat arena balap sepeda asal Inggris. Proyek velodrome Rawamangun diperkirakan akan menelan biaya US$ 40 juta.Biaya tersebut akan diambil dari kantong pribadi Jakpro. Nantinya jika sudah jadi, pemerintah DKI Jakarta akan membeli velodrome tersebut dari Badan Usaha Milik DKI itu. Adapun batas pengerjaan proyek velodrome Rawamangun hanya diberi batas 24 bulan. Lazimnya, pembuatan velodrome serupa di luar negeri biasanya memakan waktu 32-48 bulan.Sebelum difungsikan, area balap sepeda tersebut akan diuji oleh Panitia Pelaksana Asian Games 2018, yakni Indonesia Organizing Committee (Inasgoc). Untuk menghindari kekosongan aktivitas pasca Asian Games, Ahok mengatakan di tengah area balap sepeda itu akan dibangun lapangan voli, basket, futsal, atau voli. Jurnalis Video: Larissa HudaEditor/Narator: Ridian Eka Saputra