TEMPO.CO, Jakarta: Kasus korupsi pengadaan nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh Jaksa Penuntut Umum KPK.Penampakan berkasnya sungguh menarik. Terdiri atas tiga tumpuk dokumen, dengan tinggi masing-masing tumpukan sekitar 1,5 meter. Dalam berkas itu terdapat keterangan dari 294 saksi untuk tersangka Sugiharto dan 173 saksi untuk tersangka Irman. Ditambah dengan keterangan 5 ahli untuk masing-masing tersangka.Yang tak kalah menariknya ialah jumlah lembar dari berkas perkara itu. Untuk berkas perkara dengan tersangka Sugiharto jumlah halamannya mencapai 13.000 lembar, sedangkan Irman berjumlah halaman sebanyak 11.000 lembar.Sugiharto yang merupakan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri, ditetapkan sebagai tersangka selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek e-KTP. Sementara Irman yang merupakan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek e-KTP.Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara akibat dugaan korupsi proyek e-KTP ialah sebesar Rp2,3 triliun, dari total anggaran proyek sejumlah Rp5,9 triliun.Jurnalis Video : Eko Siswono ToyudhoEditor/Narator : Dwi Oktaviane