TEMPO.CO, Jakarta: Narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jambi rusuh serta bentrok dengan petugas lapas dam aparat kepolisian setempat, Rabu malam, 1 Maret 2017. Napi di lapas tersebut pun membakar ruang aula.Menurut Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Kejadian itu diduga karena para napi menolak razia petugas lapas dan aparat Kepolisian Polda Jambi. Razia petugas lapas dan aparat kepolisian dari polda jambi digelar karena ditemukan 20 urine yang positif menggunakan narkoba.Selain itu kondisi lapas yang terlalu sesak menyebabkan para terpidana mudah terpancing emosi. Lapas itu dihuni sekitar 1.750 narapidana, padahal hanya berkapasitas 300 orang.Menurut Yasonna, faktor lain dari kerusuhan tersebut adalah faktor psikologis narapidana. Menurutnya, narapidana akan emosi ketika bertemu dengan petugas kepolisian. Hal itu menurutnya terjadi tidak hanya di Indonesia, kondisi tersebut bukan tanpa alasan, narapidana menganggap bahwa polisi lah yang telah membuat mereka berada di dalam penjara oleh karena itu emosi mereka sulit dikendalikan jika bertemu dengan polisi.Tim Majalah TEMPOEditor: Ridian Eka saputra