TEMPO.CO, Yogyakarta: Ratusan masyarakat Sleman dan muda-mudi Hindu Darma asal Bali yang berstudi di Yogyakarta, Sabtu sore, mengikuti acara pawai ogoh-ogoh di sepanjang Jalan Monumen Jogja Kembali, Monjali, Sleman.Kirab tersebut menempuh rute sejauh 3 kilometer. Peserta memamerkan berbagai bentuk ogoh-ogoh raksasa karya mereka dengan iringan musik gamelan sesuai dengan tema yang telah ditentukan pihak penyelenggara yakni harmoni di dalam kebhinekaan..Tak hanya ogoh-ogoh, yang berbentuk menyeramkan, namun ada juga ogoh-ogoh yang berbentuk Roro Jongrang dan Bandung Bondowoso, nenek Lampir, Hanoman hingga bentuk binatang.Dengan iringan musik gamelan mereka bernyanyi dan berjoget menyusuri jalan sepanjang rute kirab. Sesampainya di perempatan Sarjito, Sleman, para peserta diwajibkan memperlihatkan atraksi sesuai dengan kreasi masing-masing di hadapan juri.Pawai ogoh-ogoh yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman tersebut diikuti oleh 20 grup. Selain ingin mengenalkan kepada masyarakat, pawai ini digelar sekaligus untuk menyambut hari raya Nyepi tahun ini.Pawai ogoh-ogoh tersebut juga diharapkan nantinya dapat mengasah kreativitas para seniman sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.Jurnalis Video: Hand WahyuEditor: Ngarto Februana