TEMPO.CO, MOJOKERTO " Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Bali melakukan ritual Melasti di Petirtaan Jolotundo di kaki Gunung Penanggungan, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Melasti adalah upacara penyucian diri untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Ritual ini dipimpin bedanda atau pendeta Hindu. Setelah pemimpin ritual membacakan doa-doa, air suci yang sudah disiapkan dibagikan atau dipercikkan ke para peserta ritual. Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mojokerto I Wayan Sudana mengatakan tujuan Melasti untuk menyucikan diri sebelum menjalani ritual Nyepi dalam pergantian Tahun Baru Saka. Petirtaan Jolotundo dipilih sebagai tempat penyucian karena bernilai sejarah dan kualitas airnya yang sangat baik. Jolotundo memiliki hubungan erat dengan umat Hindu sebab Jolotundo dibangun oleh raja dari Bali, Raja Udayana. Raja Udayana menikah dengan Putri Guna Priya Dharma dari Jawa. Dari perkawinan mereka lahirlah Airlangga yang kemudian mendirikan Kerajaan Kahuripan. Karena keindahan arsitektur petirtaan dan kualitas airnya, Jolotundo jadi tempat tujuan wisata favorit di kawasan kaki Gunung Penanggungan yang juga jadi gunung suci bagi umat Hindu.Jurnalis Video: IshomuddinEditor: Ngarto Februana