TEMPO.CO, Brebes: Harga bawang merah di tingkat petani di Brebes, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir ini turun drastis. Semula, harga bawang dijual petani sekitar Rp 20-25 ribu per kilogram kini harganya anjlok menjadi Rp 10-16 ribu per kilogram. Akibat anjloknya harga bawang ini, petani merugi. Sebab hasil panen bulan ini tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Hasil satu petak sawah atau sekitar 2.000 meter persegi, hanya memperoleh pendapatan Rp 8 juta. Padahal, modal yang dikeluarkan mencapai 20 juta.Petani di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, Ismanto, mengaku terpaksa menyimpan hasil panen karena khawatir merugi.Sementara itu, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, menduga anjloknya harga bawang ini disebabkan karena dibukanya keran impor untuk bawang bombay dari India. Menurutnya, kesempatan itu digunakan oleh importir untuk menyelundupkan bawang bombay jenis union pickle atau sejenis bawang bombay berukuran kecil dari India. Menurut informasi yang didapat oleh ABMI, bawang Bombay jenis itu berasal dari berbagai negara seperti India dan Peking. Pintu masuknya berada di Dumai, Aceh, dan Tanjung Balai. Kini petani bawang berharap kepada pemerintah untuk turun tangan mengendalikan impor tersebut. ABMI meminta pemerintah melalui kementerian terkait untuk menindak tegas pelaku impor ilegal. Jurnalis Video: Muhammad Irsyam FaizEditor/Narator: Ridian Eka Saputra