TEMPO.CO, Jakarta: Kartini bukan hanya pejuang emansipasi perempuan. Pemikirannya jauh melebihi itu. Bahkan Kartini sering dinilai sebagai sosok yang kontroversial. Pemikiran-pemikiran Kartini yang kontroversial pada zamannya diperlihatkan dalam pameran gambar cetak digital, mural, dan instalasi yang digelar Tempo di gedung Tempo, Jalan Palmerah Nomor 8, Jakarta. Puluhan seniman terlibat dalam pameran yang digelar mulai 4 April itu. Mereka ada yang tergabung dalam komunitas seperti Detruit, Gardu House, Ladies On Wall (LoW), Reflect, dan Komunitas WPAP. Ada pula yang personal, seperti Amalia Sigit, Hardiman Radjab, Lenny Ratnasari Weichert, serta Desainer Tempo Media Group. Mereka menampilkan lagi pemikiran dan semangat perjuangan Kartini dalam karya seni bertajuk Para Perempuan Kartini: Gambar Cetak Digital, Mural, Instalasi.Pameran ini dikuratori Bambang Budjono dan Seno Joko Suyono. Menurut Bambang, pameran tersebut ingin mengedepankan lagi pemikiran-pemikiran putri Bupati Jepara tersebut. Kartini yang sering dikenang, dirayakan dengan pakaian kebaya, dan dinyanyikan tidak hanya sebagai pejuang emansipasi. Dia lebih dari itu. Kami menampilkan pemikiran dia tentang dua hal: keterikatannya dengan Jawa dan budayanya serta hal sosial, kemiskinan, dan agama, yang sangat tepat diterapkan untuk saat ini, ujar Bambang dalam pembukaan pameran.Teks: Dian YuliastutiProduser: Sadika HamidEditor: Andy