TEMPO.CO, Tangerang: Pasca-intimidasi yang diduga dilakukan oleh salah seorang anggota kepolisian Polres Metro Tangerang, yakni Kepala Satuan Intelkam AKBP Danu Wiyata, terhadap seorang buruh Emilia Yanti, sejumlah perwakilan buruh wanita menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Polres Metro Tangerang, Senin, 10 April 2017. Para buruh menuntut oknum polisi yang mengintimidasi buruh ditindak tegas bahkan pihaknya meminta peraturan wali kota yang melarang masyarakat menyampaikan aspirasi dihapuskan.Dalam aksinya mereka memprotes aksi intimidasi yang diduga dilakukan Kepala Satuan Intelkam AKBP Danu Wiyata yang menampar yang seorang buruh wanita saat aksi unjuk rasa.Selain polisi oknum petugas Satpol PP Kota Tangerang pun terlibat saat meminta sejumlah buruh membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan di Tugu Adipura, Cikokol, Kota Tangerang, Banten pada Ahad pagi kemarin. Aksi tersebut digelar oleh para buruh wanita PT Panarub Industri akibat pemutusan hubungan kerja sepihak, namun salah satu kepala satuan intelkam Polres Metro Tangerang menggagalkan upaya demonstrasi yang berkaitan dengan peraturan peraturan walikota atau perwal No 2 Tahun 2017 yang melarang dilakukan aksi unjuk rasa Sabtu dan Minggu.Kokom Komalasari, perwakilan buruh wanita, mengatakan pihaknya memprotes oknum polisi yang melakukan penamparan buruh, serta meminta pemerintah daerah menghapuskan peraturan walikota yang melarang masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memgatakan bahwa peraturan tersebut mengenai pelarangan demo yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, namun dirinya mengizinkan demo hari Senin hingga Jumat walaupun hingga malam hari.Sedangkan kepolisian Polres Metro Tangerang sudah menyerahkan insiden yang dilakulan Kepala Satuan Intelkam AKBP Danu Wiyata dengan buruh Emelia Yanti ke Provam Polres dan Polda Metro Jaya, sementara akibat aksi ini jalan raya Daan Mogot mengalami kemacetan panjang. Jurnalis Video: Marifka Wahyu HidayatEditor: Ngarto Februana