TEMPO.CO, Jakarta:Pengetahuan mengenai Kartini yang diajarkan di sekolah biasanya cenderung klise. Ningrat Jawa itu hanya diperkenalkan sebagai pahlawan emansipasi wanita. Soal apa persisnya pikiran-pikiran itu tak sepenuhnya didedahkan, kecuali bagi yang berinisiatif cari tahu sendiri. Kala ditelisik lebih lanjut, gagasan Kartini ternyata sangat luas dan menyentuh berbagai kalangan. Tak hanya mempertanyakan kesetaraan gender, tapi ia, antara lain, ingin mendobrak feodalisme yang sakit dan menuliskan tentang keinginannya bersahabat dengan semua bangsa. Gagasan Kartini diketahui dunia melalui korespondensinya dengan tokoh feminis dan Politik Etis lainnya di Belanda. Dengan mereka putri Bupati Jepara itu berbagi pemikiran yang sangat maju bagi zaman dan lingkungannya. Sebagian kemudian dibukukan oleh salah satu temannya, J.H. Abendanon, di buku Habis Gelap Terbitlah Terang.Sumber: Edisi Khusus Raden Ajeng Kartini, Majalah Tempo, April 2013.Produser: Sadika HamidEditor: Andy