TEMPO.CO: Ilmuwan dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat, punya cara jitu untuk mengobati patah hati. Cukup percaya bahwa kamu melakukan sesuatu untuk melupakan mantan mungkin bisa mempengaruhi wilayah otak yang mengatur emosi dan mengurangi rasa sakit. Hasil itu didapat setelah penelitian terhadap 40 orang yang putus dengan pasangannya dalam enam bulan terakhir. Para peserta diminta melihat foto mantan pasangan mereka dan diminta mengingat momen mereka putus. Mereka juga diperlihatkan foto teman baik mereka dan diberikan rangsangan panas di lengan kiri.Peserta ditanyakan seberapa besar rasa sakit yang dirasakan saat mesin fMRI melacak aktivitas otak mereka. Ternyata, meski tidak identik, sakit fisik dan cedera emosional merangsang bagian otak yang sama.Sakit patah hati itu nyata secara neurokimia.Tahap selanjutnya, para peserta diberi semprotan hidung. Setengahnya diberi tahu bahwa itu adalah analgesik kuat yang efektif mengurangi rasa sakit emosional. Padahal larutan itu hanya plasebo. Setengah peserta lagi diberi tahu bahwa itu adalah larutan garam.Saat dipindai di mesin fMRI, kelompok plasebo mengalami rasa sakit fisik berkurang, juga merasa lebih baik secara emosional. Area otak yang berhubungan dengan rasa sakit karena ditolak menjadi tenang kembali. Walau peneliti tidak melihat secara khusus apakah plasebo mendorong pelepasan zat kimia yang mempengaruhi otak, hal tersebut bisa saja terjadi.Yang jelas, melakukan upaya yang menurut kamu bisa membantu mengatasi patah hati mungkin akan membuat kamu merasa lebih baik. Sumber: Koran Tempo Edisi 3 Mei 2017 dan www.colorado.edu Produser: Sadika HamidEditor: Andy