TEMPO.CO, Jakarta: Setara Institute mencatat dari 1965-2017, ada 97 kasus penistaan agama yang terjadi di Indonesia. Sebanyak 88 kasus terjadi seusai reformasi dengan kasus Ahok sebagai yang terbaru. Ada empat alasan pasal ini bermasalah, yaitu melanggar hak atas kebebasan berekspresi; melindungi praktek dan kepercayaan agama, institusi dan pemimpin dari kritik yang sah dan penting; hukum anti-penghinaan agama bersifat subjektif dan tidak konsisten; dan melegitimasi tindakan main hakim sendiri, kekerasan kelompok dan penganiayaan terhadap minoritas. Dengan bertumpuknya problem yang diciptakan karena aturan yang memiliki banyak kelemahan ini, sudah saatnya negara menghapus pasalpenistaan agama dari KUHP. Sumber: Opini Majalah Tempo 2 Januari 2017, Tempo.co, IHEUProduser: Sadika HamidEditor: Andy