Saifullah Yusuf Tinjau Desa yang Diduga Tercemar Limbah B3

Videografer

Editor

Kamis, 1 Juni 2017 06:59 WIB


TEMPO.CO, Mojokerto: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengunjungi Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Gus Ipul berdialog dengan warga yang terdampak limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Air sumur warga tiga dusun diduga tercemar limbah B3 yang ditimbun perusahaan pengelola limbah B3 PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA). Warga berkeluh kesahan kepada wagub Jawa Timur tersebut. Bahkan ada yang warga yang menjadi saksi saat memungut barang-barang bekas limbah B3 yang ditimbun di kawasan pabrik PT PRIA di desa setempat sejak tahun 2010. Selain itu, Gus Ipul juga disuguhi salah satu bayi yang mengalami peradangan kulit atau dermatitis. Ibu dari bayi tersebut, Siamah, mengatakan kulit anaknya mengalami gatal-gatal dan bintik merah setelah bermain air menggunakan air sumur yang diduga tercemar limbah B3. Selain itu menurutnya, jelaga dari asap pembakaran limbah B3 dari PT PRIA juga menimpa rumahnya dan mengganggu pernapasan. Gus Ipul berjanji akan memfasilitasi masalah antara warga dan PT PRIA. Ia berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai instansi berwenang dalam pengawasan pengelolaan limbah B3 dan PT PRIA memperhatikan keluhan warga. Juru bicara sekaligus Manajer Pengembangan Bisnis PT PRIA Christine Dwi Arini mengatakan selama ini PT PRIA telah menyediakan klinik kesehatan dan dokter yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Soal bayi yang mengalami penyakit kulit diduga akibat tercemar limbah B3, Christine enggan berkomentar. PT PRIA adalah satu-satunya perusahaan pengelola limbah B3 di Jawa Timur. Selain menampung, memusnahkan, dan mendaur ulang limbah B3 dari semua perusahaan dan rumah sakit di Jawa Timur, PT PRIA juga menerima pasokan limbah B3 dari sejumlah perusahaan dan rumah sakit di Bali. Tim auditor independen yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang melakukan audit lingkungan pada PT PRIA. Audit ini merupakan rekomendasi Komisi Bidang Lingkungan Hidup DPR dalam rapat dengar pendapat bersama instansi terkait dan manajemen PT PRIA serta perwakilan warga. Jurnalis Video: IshomuddinEditor/Narator: Ridian Eka Saputra