TEMPO.CO, Serang: Balai Pengawas Obat dan Makanan di Serang, Banten melakukan sidak makanan berbuka puasa takjil di pusat penjualan takjil Islamic Center, Kota Serang. Sidak dilakukan untuk memastikan keamanan takjil yang dijual pedagang.Satu persatu makanan berbuka puasa atau takjil yang rawan mengandung bahan berbahaya, seperti siomay,kerupuk dan makanan yang berwarna mencolok diperiksa petugas dengan cara mengambil sampel dari pedagang, untuk diuji kandunganya menggunakan rapid test kit atau alat uji cepat. Dari 20 sampel takjil yang diuji rapid test kit, BPOM hanya menemukan satu jenis makanan yang tidak layak konsumsi. Petugas menemukan kandungan boraks pada makanan otak " otak.Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di Serang Banten, Nurjaya Bangsawan mengatakan, penggunaan bahan berbahaya pada takjil di Serang, Banten untuk tahun ini sementara waktu cenderung menurun.Pihaknya memberikan sanksi teguran kepada pedagang yang menjual takjil tidak layak konsumsi tersebut, tidak hanya itu BPOM juga akan menindak lanjuti temuan tersebut sampai ke tingkat pembuatnya. Sanksi pidana terancam diterapkan oleh pihak kepolisian, jika pembuat otak " otak benar mencampurkan boraks sebagai bahan pengawet untuk makanan.Jurnalis video: Darma WijayaEditor/Narator: Ryan Maulana


 

Selengkapnya