TEMPO.CO, Makassar: Makassar : Kebanyakan orang hanya mengetahui bentuk dan rasa dari cendol hijau lembut ini namun tak pernah mengetahui proses pembuatannya yang cukup menguras waktu dan tenaga.Salah satu tempat pembuatan cendol ada di jalan tinumbu, kelurahan bunga ejaya kecamatan Bontoala kota Makassar. Setiap ramadhan tiba, sang pemilik Arief beralih pekerjaan dari penjual nasi kuning keliling menjadi pembuat cendol. Arif tidak bekerja sendiri, ia dibantu bersama dengan 7 orang karyawan yang terdiri dari keluarga dan tetangganya.Bahan pembuat cendol terhitung sedikit hanya tiga bahan saja, yakni tepung beras, daun pandan dan air kapur. Mula-mula beras yang sudah di cuci bersih dan telah di keringkan di bawah sinar matahari lalu di giling dengan mesin penggiling untuk mendapatkan tepung beras yang halus.Selanjutnya siapkan daun pandan yang telah di potong-potong kecil, untuk selanjutnya di haluskan dengan menggunakan blender. Tepung beras kemudian di campur dengan air kapur dan di masak hingga agak panas lalu di campur dengan daun pandan hingga membuat warna putih tepung beras berubah menjadi hijau cerah. Adonan cendol terus di aduk hingga 3 jam sampai adonan benar-benar matang. Adonan yang matang di dinginkan lalu di cetak hingga menjadi butiran-butiran cendol. Selanjutnya butiran cendol ini di masukkan dalam kemasan bersama air agar tetap segar. Dalam sehari Arief bisa menghabiskan 120 liter beras yang mampu menghasilkan ratusan kilogram cendol segar yang tentu saja sehat karena tidak menggunakan bahan pengawet apa pun. Tak heran jika cendol buatannya menjadi langganan para pedagang di pasar tradisional di kota makassar seperti pasar pabaeng-baeng dan pasar toddopuli.Jurnalis Video : Iqbal LubisEditor/Narator: Ridian Eka Saputra


 

Selengkapnya