TEMPO.CO, Serang: KPK menetapkan ketua umum DPP Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek KTP elektronik (e-KTP). Ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka mengundang reaksi pengurus dan jajaran DPD I Parti Golkar Provinsi Banten.Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten, Tatu Chasanah prihatin atas musibah ditetapkanya ketua umum Golkar sebagai tersangka oleh KPK. Meski terguncang, kepengurusan Golkar di Banten diakui Tatu tetap solid.Insturksi dari DPP pun telah diterima dan tidak berpengaruh terhadap persiapan Pileg 2019 dan pilkada serentak 2018 di 3 kabupaten kota di Banten, dimana partai berlambang beringin itu telah menguslkan nama bakal calon ke DPP agar disetujui oleh ketua umum Golkar maju pada Pilkada Serantak di Kota Serang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.Terkait dengan desakan munaslub pasca Setya Novanto menjadi tersangka korupsi KTP elektronik, adik kandung Ratu Atut itu meminta kepada pengurus di DPP untuk mempertimbangkan rencana munaslub. Dari komunikasi dengan pengurus DPP, Tatu mengatakan tidak ada sinyal DPP Golkar menggelar munaslub. DPP hanya meminta kepada ketua DPD I Golkar se Indonesia untuk tetap konsen dan solid menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pileg 2019.Jurnalis Video: Darma WijayaEditor/Narator: Ridian Eka Saputra