TEMPO.CO, Semarang: Masjid Agung Jawa Tengah berencana memperbaiki payung raksasa yang menaungi serambi masjid sebelum digunakan Shalat Idul Adha mendatang. Saat ini dua dari enam payung raksasa telah robek diterpa angin. Perbaikan tersebut diperkirakan akan menelan biaya 1,7 milyar. Enam payung raksasa yang dimiliki MAJT ini dibuat seperti masjid Nabawi di Madinah. Fungsinya untuk memayungi jamaah masjid saat Shalat Jumat, Shalat Idul Fitri, Shalat Idul Adha maupun untuk acara hari besar Islam lainnya. Payung yang dibangun tahun 2006 tersebut dengan bahan dari Jerman sudah memang suah lama sobek. Besarnya biaya perbaikan menghambat proses perbaikan tersebut. Perbaikan payung raksasa dimulai pada akhir bulan Juli ini hingga Agustus mendatang. Perbaikan meliputi pengecetan rangka dan clading, penggantian membrane atau kain 6 payung dan sling. Untuk penggantian membrane, pihak yayasan akan mengganti dengan kain tahan air dan api buatan dalam negeri. Sebelumnya menggunakan bahan Hytex buatan Jerman. Jurnalis Video : Budi PurwantoEditor/Narator : Dwi Oktaviane