TEMPO.CO, Tangerang: Suasana di ruang sidang pengadilan negeri Tangerang tiba-tiba berubah gaduh dan ricuh usai majelis hakim membacakan vonis dan mengetuk palu dalam persidangan kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang pengendara motor tewas di tempat. Orang tua dan keluarga korban meneriaki majelis hakim dan terdakwa, bahkan ibu korban menangis histeris dan pingsan karena tak terima dengan vonis hakim. Pihak keluarga tidak puas dengan vonis majelis hakim yang dinilai tidak adil, karena hanya menghukum terdakwa yang bernama Susanto dengan satu tahun percobaan tanpa perlu menjalani masa hukuman dan denda sebesar Rp 12 juta. Kecelakaan tersebut terjadi pada bulan Oktober 2016 di persimpangan Sunburst, korban yang merupakan pelajar yang saat akan berangkat sekolah kemudian ditabrak dari arah samping oleh pelaku yang mengendarai mobil. Jurnalis video: Marifka Wahyu HidayatEditor/Narator: Ryan Maulana