TEMPO.CO, Jakarta: Tepat 120 hari peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, 9 Agustus 2017, sejumlah aktivis dari Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar aksi damai dan teatrikal di KPK, Jakarta Selatan. Aktivis menyatakan keprihatinan atas mangkraknya pengusutan kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan. Peserta aksi mendesak pemerintah agar mengusut aktor penyerangan Novel Baswedan.Di aksi teaterikal ini, diperlihatkan kondisi Novel Baswedan yang berada di kursi roda, selepas perawatan di rumah sakit Singapura pascaoperasi kedua matanya yang rusak akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April lalu.Peserta aksi juga membentangkan spanduk, pamflet serta menggunakan topeng wajah Novel Baswedan. Aksi damai yang mengangkat tema Satu Mata Hilang, Jutaan Mata Menyoroti ini, mendesak agar pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta.Aktivis ICM menilai, kasus Novel terkesan tidak ada keseriusan, dan terkesan ada pembiaran, sehingga menimbulkan kekecewaan pada masyarakat.Saat ini, kondisi kedua mata Novel Baswedan rusak, bahkan mata kiri hampir 90 persen tidak bisa melihat. Novel diserang oleh orang tak dikenal saat menunaikan salat subuh di dekat rumahnya, di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara.Jurnalis Video: Eko Siswono ToyudhoStock Footages: Maria FransiscaEditor: Ngarto Februana