TEMPO.CO, Jakarta: Pemandangan agak lain terjadi di kantor Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Agustus 2017. Bareskrim membuka posko pengaduan korban biro perjalanan umrah First Travel. First Travel diduga telah melakukan penipuan terhadap ribuan calon jemaah umrah. Lebih dari seratus orang berbondong-bondong mendatangi posko untuk mengadukan nasibnya sebagai korban. Setelah mengisi formulir dan menyertakan barang bukti, warga langsung memenuhi sudut-sudut lantai dasar gedung. Salah seorang yang mengaku sebagai korban First Travel, Firman Wahyudi, 50 tahun, warga Mampang, Jakarta Selatan, menceritakan bahwa ia mewakili kelompok yang berjumlah 13 orang. Firman berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Awalnya Firman tertarik untuk menggunakan jasa First Travel untuk berangkat umrah karena rekannya sudah diberangkatkan umrah terlebih dahulu. Firman Wahyudi yang telah mengeluarkan biaya Rp 17 juta untuk program umrah dari First Travel ini berharap Kementerian Agama bisa memberikan solusi agar uangnya bisa dikembalikan untuk pindah ke biro travel lain. Jurnalis Video: Maria FransiscaEditor: Ngarto Februana