TEMPO.CO, Mojokerto: Pagi itu suasana Markas Kepolisian Resort (Polres) Mojokerto seperti hari biasanya. Setiap masyarakat yang masuk di polres setempat diperiksa dan dimintai identitasnya. Tiba-tiba, tiga pria dengan mengendarai sepeda motor menerobos penjagaan petugas. Dengan sigap, sejumlah anggota Polres Mojokerto yang bertugas di pos penjagaan pintu masukpolres menangkap dan melumpuhkan salah satu pelaku. Sementara itu dua orang lagi berhasil lolos dari pintu penjagaan. Namun petugas yang lain langsung mengejar. Tak hanya polisi laki-laki, polisi wanita ikut melumpuhkan salah satu terduga teroris. Dengan kemampuan bela diri, kedua polwan berhasil melumpuhkan salah satu pelaku teror. Sementara itu, pelaku yang lain berhasil menyandera salah satu polwan dan mengancam akan meledakkan bom yang melekat di bajunya. Dengan sigap, petugas dari buru sergap atau buser Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mojokerto menunjukkan kemampuannya melumpuhkan pelaku dengan menggunakan pistol. Setelah semua pelaku berhasil dilumpuhkan, ketiga pelaku teror langsung diamankan dan dibawa dengan mobil polisi. Peristiwa ini merupakan bagian dari simulasi pengamanan dengan sistem alarm stelling atau alarm mendadak. Kepala Kepolisian Resort Mojokerto Ajun Komisaris Besar Leonardus Simarmata mengatakan dalam alarm stelling, setiap anggota harus siaga ketika alarm peringatan bahaya menyala. Jurnalis video: IshomuddinEditor/Narator: Ryan Maulana