TEMPO.CO, Jakarta: Kompensasi penggusuran lahan tambak udang belum terbayar, warga kembali nekat menghentikan aktivitas alat berat yang sedang melakukan proses land clearing calon bandara baru di kawasan pesisir selatan Desa Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta.Warga yang sebagian besar petambak udang tersebut hanya meminta kepastian tali asih yang akan diberikan oleh pemilik Pakualaman Ground (PAG) sebelum tambak mereka digusur untuk bandar baru New Yogyakarta International Airport. Suasana pun tegang dan nyaris ricuh antara polisi dan warga, saat warga hendak memaksa agar alat berat tidak beraktivitas sebelum kompensasi atau tali asih penggusuran lahan tambak udang mereka segera diberikan oleh Pakualaman Ground yang pernah dijanjikan sebelumnya.Epri, salah seorang warga Desa Glagah, Temon, yang merupakan pemilik salah satu tambak udang yang akan digusur bahkan sempat ditarik paksa oleh petugas kepolisian untuk menjauh dari alat berat.Epri pun nekat bersembunyi di bawah alat berat di antara roda untuk menghambat aktivitas alat berat yang akan beroperasi melanjutkan proses land clearing atau pembersihan lahan yang akan dijadikan landasan pacu bandara baru tersebut.Setelah usaha negosiasi antara kepolisian dan warga, alat berat tersebut akhirnya bisa melanjutkan aktivitasnya, meski dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.Para pemilik tambak udang ini kemudian menemui Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, untuk meminta kejelasan kapan tali asih yang akan mereka terima beserta besarannya.Jurnalis Video: Hand Wahyu (Yogyakarta)Editor: Ngarto Februana