TEMPO.CO, Depok: Saat ini ada sekitar 7 ribu ton sampah yang terbuang di Sungai Ciliwung setiap harinya. Perilaku membuang sampah terdapat dari hulu sampai hilir. Padahal, sampah hanya bisa diangkut 75 persen dari total yang terbuang ke Sungai Ciliwung. Sekitar 25 persen sisanya terbawa aliran sungai.Perilaku ini, terkait dengan adanya bangunan melanggar batas sempadan sungai. Saat ini KLHK dan pemerintah daerah sepanjang kali Ciliwung telah bekerjasama untuk mengontrol penertiban izin mendirikan bangunan (IMB). Pemerintah daerah menjadi pelaksana utama, sedangkan KLHK sebagai pembuat regulasi yang diperlukan.Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup M.R. Karliansyah mengungkapkan, pencemaran coba diatasi dengan melakukan edukasi ke masyarakat bahwa sungai bukan tempat membuang sampah. Salah satunya bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Ciliwung dengan rutin mengadakan Arung Edukasi.Peserta akan menyusuri Kali Ciliwung yang dimulai dari Kolong Tol Cijado Depok dan berhenti di Srangseng Sawah, Jakarta Selatan. Semenjak program ini diberlakukan, tingkat pencemaran sepanjang zona Arung Edukasi mulai menurun. Sebelumnya sungai Ciliwung mengalami pencemaran berat kemudian berkurang menjadi pencemaran ringan.Jurnalis video: Irsyan HasyimEditor/Narator: Ryan Maulana