TEMPO.CO, Jakarta: Dalam tragedi kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar, peraih Nobel Perdamaian San Suu Kyi memilih diam. Sikap pemimpin demokrasi Myanmar tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan di sejumlah negara. Bahkan beberapa aksi unjuk rasa menyuarakan agar gelar peraih Nobel Perdamaian tersebut dicabut. Pendiri dan Direktur Eksekutif Burma Human Rights Network, Kyaw Win, juga mempertanyakan sikap Aung San Suu Kyi. Menurut Kyaw Win, tidak ada alasan bagi Suu Kyi membiarkan orang-orang Rohingya mati. Ini kejahatan terhadap kemanusiaan.Jurnalis Video: Maria Hasugian, Budiarti Kartika PutriStock Footages: Prima Mulia, BHRN, Kemenlu, Maria FransiscaEditor: Ngarto Februana