TEMPO.CO - Jakarta: Pada Hari Batik Nasional yang jatuh pada Senin, 2 Oktober, tampak banyak warga mengenakan busana nasional bermotif batik. Kain batik selama ini dikenal karya perajin batik dari Solo, Yogja, Pekalongan atau Cirebon. Namun, banyak yang belum tahu bahwa Pulau Nusakambangan, yang identik dengan lembaga pemasyarakatan atau penjara, ternyata juga penghasil kain batik. Batik-batik tersebut karya para perajin yang merupakan warga binaan lembaga pemasyarakatan.

Batik-batik ini dibuat oleh warga binaan lapas narkotika. Ornamen yang dilukiskan adalah gerbang pulau Nusakambangan dengan awan yang berarak. Untuk mendapatkan batik tersebut, kita tidak perlu pergi ke lapas tersebut. Di Jakarta pun kita bisa memperoleh batik tersebut di Galeri Pemasyarakatan di gedung Dirjen Pemasyarakatan, Jakarta Pusat.

Senin, 2 Oktober 2017 kemarin, tepat pada Hari Batik Nasional, Kasudit Kegiatan Kerja Produksi Dirjen Pemasyarakatan, Tuti Nurhayati, memperlihatkan karya-karya lain dari para warga binaan di seluruh Indonesia, seperti Kutoharjo, lapas wanita Malang, lapas wanita Semarang, dan lapas Solok. Tuti berharap kegiatan ini membuat narapidana di lembaga pemasyarakatan mempunyai bekal hidupnya saat kembali ke masyarakat.

Jurnalis Video: Maria Fransisca
Editor: Ngarto Februana