TEMPO.CO, Makassar : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam himpunan aktivis Makassar yang baru saja tiba dan hendak berunjuk rasa ini, langsung mendapatkan penghadangan oleh sejumlah preman, di depan kantor bank negera Indonesia (BNI) cabang Makassar, di Jalan Jendral Sudirman Makassar, Sulawesi Selatan pada kamis siang.

 

Para pengunjuk rasa terlibat saling pukul dengan sejumlah preman bayaran di jalan raya, yang sudah berjaga di lokasi yang akan di gelar unjuk rasa oleh para aktivis makassar tersebut. Para pengunjuk rasa lainnya pun terlihat kocar kacir, melihat jumlah preman tersebut lebih banyak.

 

Beruntung sejumlah warga yang tengah melintas jalan tersebut segera melerai, hingga bentrokan antar pengunjuk rasa dengan sejumlah preman dapat diredam. Tak lama kemudian petugas kepolisian dari polsekta Ujung Pandang tiba di lokasi, dan mengamankan sebuah tas yang berisikan anak panah, milik seorang preman yang tertinggal saat bentrokan terjadi.

 

Awalnya para pengunjuk rasa yang mengatasnamakan dirinya himpunan aktivis Makassar, akan melakukan demonstrasi di kantor bank negara Indonesia Cabang Makassar, terkait pelanggaran standar operasional yang di lakukan oleh salah satu pejabat bank BNI cabang Makassar. Namun sebelum para aktivis berndemonstrasi, mereka di bubarkan paksa oleh sejumlah preman bayaran.

 

 

Jurnalis Video : Iqbal Lubis

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra