Senin, 10 Desember 2018

TEMPO.CO, Kulonprogo: Pemecahan rekor MURI dengan menabuh alat musik gamelan, atau pagelaran karawitan selama 66 jam nonstop berhasil dilakukan dinas kebudayaan kabupaten Kulonprogo. Diawali dengan pemukulan kenong bersama-sama oleh pihak museum rekor Indonesia, pemrakarsa acara dan pejabat di lingkungan pemkab Kulonprogo, pemecahan rekor muri tabuh gamelan selama 66 jam tersebut dimulai.

 

Sebanyak 1200 orang dalam 58 kelompok karawitan secara bergantian setiap 90 menit memainkan alat musik gamelan diselingi nyanyian langgam jawa, tak hanya para seniman senior yang ikut serta, namun siswa-siswi dari tingkat SD, SMP hingga SMA terlibat aktif dalam pemecahan rekor muri tersebut.

Sebelumnya rekor pagelaran karawitan dipegang oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selama 57 jam,pada tiga tahun lalu.

 

Acara ini sekaligus untuk memperingati hari ulang tahun kabupaten Kulonprogo. Pemecahan rekor ini dimulai hari rabu 18 Oktober pukul 20.10 wib dan berakhir pada sabtu 21 Oktober 2017 pukul 14.10 wib mendatang.

 

Dalam pemecahan rekor muri kali ini, dinas kebudayaan Kulonprogo menyediakan 4 panggung yang berjajar di alun-alun wates, setiap kelompok yang terdiri 20 hingga 30 orang tersebut diberi kesempatan untuk unjuk gigi selama 90 menit sebelum bergulir ke panggung sebelahnya.

 

Sementara itu, tantangan terberat yang harus diperhatikan oleh penyelenggara adalah mempertahankan stamina para peserta agar tak terhenti di tengah jalan sebelum waktu mainnya selesai.

 

Diharapkan dengan adanya acara pemecaharan rekor tersebut, bisa menjadi langkah mempromosikan pariwisata Kulonprogo serta menjadikan salah satu daya tarik para kawula muda untuk ikut berkecimpung dibidang kebudayaan terlebih untuk tetap terus melestarikan budaya jawa.

 

 

 

Jurnalis Video: Handwahyu
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra