TEMPO.CO, Jakarta : Ketegangan di Semenanjung Korea kian meningkat setelah Korea Utara menyatakan "dalam kondisi perang" dengan negeri tetangga, Korea Selatan, pekan lalu. Bahkan, kini, selain membuka kembali pertahanan nuklirnya, Pyongyang menutup kawasan industri Kaesong yang dibangun bersama seterunya di perbatasan untuk pertumbuhan ekonomi kedua negara.Menurut kantor Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Korea Utara melarang seluruh pekerja asal Selatan memasuki kompleks industri. Kebijaksanaan penutupan yang dikeluarkan oleh Pyongyang pada Rabu, 3 April 2013, ini sebagai reaksi keras atas kebuntuan sikap terhadap Washington dan Seoul yang telah menggelar latihan perang bersama di Semenanjung Korea selama sebulan.Kaesong adalah kompleks industri yang berada di 10 kilometer wilayah perbatasan Utara. Kawasan ini berjalan normal kendati kedua negara dalam pekan-pekan ini terlibat ketegangan, bahkan menjurus saling ancam berperang. Secara historis kawasan ini tak pernah terpengaruh oleh masalah kedua negara dan tetap beroperasi meskipun hubungan Utara dan Selatan memanas.Pyongyang menjadikan Kaesong sapi perah dengan menyumbangkan penghasilan US$ 90 juta (Rp 877 miliar) per tahun. Di kawasan ini, pekerja Utara bisa bergaji US$ 53 ribu (Rp 516 juta) per tahun. Penutupan ini berarti penurunan yang sangat nyata atas hubungan kedua negara.courtesy :youtube/BBCDWI OKTAVIANE