TEMPO.Co, Israel: Polisi Israel telah menahan 15 tersangka ekstremis Yahudi menyusul penyelidikan rahasia ke sebuah kelompok yang dituduh mencari dan mengancam orang-orang Arab yang berkencan dengan wanita Yahudi.

 

Di antara mereka yang ditangkap adalah Benzi Gopstein, pemimpin terkemuka kelompok ekstrem kanan Yaman, Lehava. Penangkapan dan pencarian bukti dilakukan bersamaan di Yerusalem, utara dan selatan Israel dan di permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. Lima tersangka kemudian ditahan untuk dilakukan pemeriksaan.

 

Berbicara kepada wartawan saat di pengadilan Yerusalem, Gopstein mengatakan bahwa dia ditangkap karena mengatakan kepada seorang wanita Yahudi bahwa dia seharusnya tidak berkencan dengan pria Arab. Dia sendiri bersikeras tidak melakukan kesalahan.

 

Lehava menentang pernikahan campuran. Pada bulan Agustus 2014, para aktivisnya melakukan demonstrasi di mana slogan-slogan rasis, termasuk "Death to Arabs!", Diteriaki pada pernikahan di dekat Tel Aviv saat seorang pria Muslim dan wanita Yahudi menikah.

 

Orang-orang Arab menyumbang 17,5 persen dari delapan juta penduduk Israel, dan merupakan keturunan orang-orang Palestina yang tinggal di tanah mereka setelah Israel berdiri pada tahun 1948.

 

Pada bulan April, enam orang Israel, termasuk dua tentara, ditangkap karena serangan rasis terhadap orang-orang Arab dengan pisau dan senjata lainnya dan dituduh melakukan aksi terorisme. Saat ditangkap mereka mengaku kepada polisi bahwa mereka dipengaruhi oleh video Lehava.

 

 

 

 

Video: AFP/AFPTV

Editor/Narator: Ridian Eka Saptura