TEMPO.CO, Pekanbaru - Pasukan TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan 102 ekor trenggiling ke Malaysia di perairan Sungai Pakning, Bengkalis, Riau. Petugas mengamankan 97 ekor trenggiling dalam kondisi hidup, sedangkan lima ekor trenggiling lainnya telah mati. 

 

Dalam hal ini, petugas menangkap dua orang penyelundup berinisial A dan B warga Sungai Pakning, serta menyita sebuah kapal yang saat ini diamankan di Pangakalan Laut Dumai. Sebanyak 102 ekor trenggiling yang hidup maupun mati kemudian diserahkan kepada pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) di Pekanbaru. Rencananya trenggiling itu bakal dilepas liarkan di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, Kampar. 

 

Penyelundupan trenggiling terbilang marak melalui perairan Riau. Dalam dua tahun belakangan, petugas telah menggagalkan empat kali upaya penyelundupan. Harga trenggiling yang cukup tinggi di pasar gelap internasional membuat hewan langka ini kerap diburu. Di luar negeri, daging trenggiling dimanfaatkan untuk bahan obat-obatan dan makanan.

 

Dua tersangka telah dilimpahkan kepada penyidik Balai BKSDA wilayah Riau untuk menjalani proses hukum atas tuduhan melanggar Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

 

 

Jurnalis Video: Riyan Nofitra

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra