TEMPO.CO, Tangerang - Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi pabrik kembang api yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut dilakukan guna membatasi akses warga yang ingin melihat kondisi pabrik setelah terjadinya ledakan hebat yang mengakibatkan puluhan karyawan tewas dan mengalami luka bakar serius.

Saat ledakan terjadi, warga sekitar mendengar dua kali ledakan yang berasal dari dalam pabrik. Belasan pekerja langsung menyelamatkan diri dan berhamburan menjauhi lokasi pabrik.

Seorang saksi, Tati, warga sekitar mengatakan pabrik kembang api ini baru dua bulan beroperasi dan banyak mempekerjakan ibu-ibu warga Salembaran. Hingga saat ini, petugas kepolisian setempat masih melakukan identifikasi serta melakukan evakuasi korban yang tewas akibat terjebak di dalam gudang kembang api tersebut.

Saksikan juga: Pabrik Mercon di Tangerang Terbakar, Puluhan Orang Tewas Terbakar

Sementara itu, tujuh orang korban luka akibat pabrik kembang api terbakar tersebut tiba di Rumah Sakit Umum Tangerang guna mendapatkan perawatan intensif.

Kondisi luka bakar yang mencapai delapan puluh persen membuat pihak rumah sakit bekerja ekstrakeras di dalam ruang ICU, terutama melakukan operasi bedah luka para korban yang mengalami luka serius.

Sementara itu kerabat dan keluarga juga terlihat mendatangi ruang instalasi gawat darurat untuk menengok para korban pabrik yang terbakar.

Jurnalis Video: Marifka Wahyu Hidayat
Editor: Ngarto Februana