TEMPO.CO, Bandung: Detasemen Khusus Antiteror 88 melakukan reka ulang terduga teroris yang merencanakan meledakan bom di Istana Presiden dan Markas Brimob. Reka ulang tersebut memeragakan bagaimana para pelaku merencanakan aksi dan merakit bom. Reka ulang dilakukan di enam tempat di Kota Bandung, Kamis, 26 Oktober 2017.
 
Berdasarkan pantauan Tempo, tim Densus 88 yang dibantu Polda Jawa Barat membawa sekaligus empat tersangka dalam aksi perencanaan aksi teror tersebut. Keempat tersangka itu AR, Y, SH, dan R. Sementara AK yang merupakan istri dari AR tidak dihadirkan karena sedang hamil.
 
Lokasi pertama reka ulang tersebut dilakukan di warung susu milik AR dan AK di kawasan Babakan Sari, Kiaracondong, Kota Bandung. Di lokasi tersebut, AR dan AK yang perannya digantikan orang lain tampak berboncengan menggunakan sepeda motor, lalu masuk ke dalam warung susu milik mereka.
 
Reka ulang dilanjutkan ke sejumlah titik di antaranya, rumah kontrakan Y, toko bahan kimia di Kota Bandung. Saat melakukan reka ulang itu, mereka menggunakan baju tahanan berwarna jingga dan tanpa penutup kepala.
 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebutkan, reka ulang tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara mereka sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan. Ia mengatakan, ada 12 adegan yang diperagakan oleh 4 pelaku di enam tempat.
 
Yusri mengatakan, kelima tersangka tersebut diduga merencanakan aksi teror di Istana Presiden dan Markas Besar Brimob. Mereka telah menyiapkan sejumlah rangkaian bom berbahan kimia.
 
Menurut Yusri, perencanaan aksi teror tersebut dimodali oleh pasangan suami isteri AK dan AR. Bom tersebut dirakit oleh Y yang belajar dari blog milik Bahrun Naim.
 
 
Jurnalis Video: Prima Mulia
Editor: Ridian Eka Saputra