TEMPO.CO, Serang - Salah satu keluarga pengemudi minibus terbalik di Jalan Ciptayasa-Pontang, Kampung Baruh, Desa Rumah Tigah, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang Banten, panik dan menangis melihat bangkai minibus yang terbalik di bahu jalan.

Minibus dengan nomor polisi A 1771 G itu terbalik di bahu jalan setelah mengalami kecelekaan tunggal, pada Sabtu siang, 4 November 2017. Pihak keluarga langsung mendatangi Mapolsek Pontang, untuk mengetahui nasib keluarganya yang berada di dalam mobil saat kecelakaan terjadi.

Izul, 18 tahun, pengemudi minibus, warga Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang, bersama teman wanitanya, yang sudah berada di Mapolsek Pontang, selamat dari maut tanpa adanya luka meski kondisi mobil ringsek dengan posisi terbalik.

Pengemudi minibus sempat terjebak di dalam minibus selema kurang dari 30 menit. Beruntung warga yang datang ke lokasi kejadian langsung menyelamatkan kedua remaja itu dari dalam mobil yang ringsek dengan bantuan alat seadanya. Pengemudi yang saat itu dalam kondisi sadar langsung keluar dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri.

Kecelakaan tunggal ini terjadi disebabkan pengemudi minibus kaget setelah melihat kucing menyeberang jalan raya. Izul yang saat itu bersama teman wanitanya yang hendak pulang dari arah Pontang menuju Serang, banting stir ke kanan jalan, namun saat akan kembali ke lajur kiri tiba–tiba ada pedagang yang mendorong gerobak jualan.

Pengemdui yang saat itu mengendarai minibus dengan kecepatan 40 kilometer per jam memilih menerabas keluar beton jalan hingga terbalik.

Minimnya rambu rambu lalu lintas dan penerangan jalan di Jalan Ciptayasa – Pontang itu, menyebabkan sering terjadinya kecelakaan di jalan yang menghubungkan Kecamatan Ciruas ke Pontang, Kabupaten Serang.

Hingga beberapa jam kecelakaan tunggal terjadi, bangkai minibus masih tergeletak di lokasi kejadian, dan menjadi tontonan warga yang melintas. Kecelakaan tunggal minibus tersebut ditangani pihak kepolisian Mapolsek Pontang, Kabupaten Serang Banten.

Jurnalis Video: Darma Wijaya
Editor: Zulfikar Epriyadi