Kamis, 21 Juni 2018

TEMPO.CO, Inggris: Menurut dokumen Paradise Papers yang bocor Senin, Apple memindahkan sebagian besar kekayaan luar negerinya dari Irlandia ke “surga pajak” di Kepulauan Inggris. Apple mengkonfirmasi langkah tersebut dalam sebuah pernyataan di laman webnya, dengan mengatakan bahwa pihaknya bertugas untuk "memastikan bahwa kewajiban pajak dan pembayaran ke AS tidak berkurang."

Setelah raksasa teknologi AS tersebut menyatakan secara terbuka pada tahun 2013 bahwa mereka membayar pajak yang benar, kemudian ia memindahkan sebagian besar uang luar negeri yang tidak terkena pajak ke Jersey, salah satu tanah jajahan Inggris di Kepulauan Channel. Berbagai media melaporkan berdasarkan laporan dokumen rahasia yang dikenal sebagai Paradise Papers.

Dokumen-dokumen yang dibagikan dengan beberapa media oleh Konsorsium Investigasi Internasional yang berbasis di AS telah mengungkap berbagai cara yang digunakan untuk menghindari pajak.

Dalam postingannya, Apple mengatakan bahwa pihaknya memindahkan keuntungan ke Jersey sambil membuat perubahan perusahaan untuk menyesuaikan undang-undang pajak di Irlandia yang diperketat pada tahun 2015.

Sejak itu, semua operasi Apple di Irlandia telah dilakukan melalui perusahaan yang ada di Irlandia, mereka sudah membayar pajak 12,5 persen perundang-undangan, menurut perusahaan teknologi besar yang berbasis di California.

Sejak saat itu, Apple telah membayar miliaran dolar pajak AS atas pendapatan investasi anak perusahaan ini. Apple mengklaim bahwa mereka telah mengalokasikan 36 miliar dollar AS untuk menutupi pajak yang belum dibayarkan di Amerika Serikat.

Sebelum tahun 2014, Apple telah mengambil keuntungan dari peraturan pajak untuk memetakan pendapatan luar negeri melalui anak perusahaan Irlandia untuk meminimalkan pembayaran pajak.

Ketika Apple mendapat tekanan di AS dan Eropa mengenai apa yang disebut skema " Double Irish ", ia meminta perusahaan hukum keuangan Appleby untuk mencari tempat baru untuk menyimpan uang tunai dari jangkauan pemungut cukai, berdasarkan laporan-laporan tersebut.

 

 

 

 

Video/Naskah: AFPTV

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra