TEMPO.CO, New Delhi - Sekolah-sekolah ditutup di sebagian besar wilayah utara India pada hari Kamis, 9 November 2017, karena kabut berbahaya dari polusi beracun yang melanda wilayah tersebut.

Pemerintah Punjab mengatakan bahwa pihaknya telah menutup sekitar 25.000 sekolah di negara bagian itu selama beberapa hari terakhir ini karena udara yang menyesakkan di India utara dan daerah-daerah di negara tetangga Pakistan.

Keputusan tersebut diambil sehari setelah pemerintah Delhi memerintahkan sekitar 6.000 sekolah di ibukota untuk ditutup sampai hari Minggu mendatang.

Angin kencang dan pembakaran tunggul tanaman usai panen tahunan di Punjab dan daerah-daerah sekitarnya menyebabkan tingkat polutan berbahaya di udara melonjak melebihi batas aman.

Kualitas udara biasanya memburuk sebelum berlalunya musim dingin karena udara dingin menjebak polutan di dekat tanah dan mencegahnya menyebar ke atmosfer, sebuah fenomena yang dikenal sebagai inversi.

Di situs kedutaan Amerika Serikat, angka menunjukkan tingkat PM 2.5 - partikulat terkecil yang menyebabkan kerusakan pada kesehatan - meningkat lebih dari 1.000 pada hari Rabu sore di Delhi, meskipun pada hari Kamis telah turun ke angka 590.

Dokter mengatakan partikel mikroskopis dapat menembus jauh ke dalam paru-paru, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Video: AFPTV
Editor/Narator: Ngarto Februana